Thera's posts with tag: blog
"Is Thera really taking care of this production???"
Just because you're the f*ckin client so you have the right to point your finger on me-the weakest person in the team- and blame me for something which is actually not my f*ckin fault??? Hey boss, I thought this suppose to be a team work!!! I thought I've told you about everything that we all need to know about this publication? I thought you call this company 'a good school to learn'?
How dare they saying that I'm not taking care of this stupid project! I'm working my ass off, killing my precious time and idealism for their stupid marketing strategy!!!
I am a talented and ambitious writer! I am an artist! I appreciate life more than you guys appreciate your fancy cars and luxurious apartement!
Can't wait to get the hell out of here.... you bitches go ride your jags and limos to hell!
Link: http://www.TheCrims.com/?rid=10381793Halo teman-teman... klik link ini dooongggg!!! seru deh buat menyalurkan hasrat berandalan elo...
(dan anda pun beramal $5 buat keuangan gue di dunia virtual!!!!)
Have you ever tried googling your own name just to find out how famous you are? I have. Instead of finding blogs or reviews about our band, I found other band with similar names. First, it is called Alice in Wonderbra band from Germany: they cover classic rock and roll songs. And the next one, a band called wonderbra (but not my wonderbra) from Italy, also covers classic rock such as Deep Purple.
Apart from the similar (and same) names and the oldschool rock sound, we have another thing in common. Guess what, we are all have a female frontman - which I prefer to call: frontlady.
Check their myspace and youtube:
alice in wonderbra's myspace: http://profile.myspace.com/index.cfm?fuseaction=user.viewprofile&friendid=130289301
and wonderbra band from Italy video on youtube: http://www.youtube.com/watch?v=PyY-o4OasS0&feature=related and their myspace as well: http://profile.myspace.com/index.cfm?fuseaction=user.viewprofile&friendid=172958858
Then guys, should we rename our band???? Thera and the Wonderbrothers???? Hahaha...
Adalah ketika kita berlaku semau kita tanpa peduli keadaan sekitar.
Lalu bangun pagi esok hari dan bertanya-tanya apa yang terjadi...
Beberapa bulan/tahun kemudian, kau masih berdebat dengan seorang teman tentang apa yang terjadi malam itu...
Ahhhh... indahnya mabuk!
Kenapa gue kok jadi lebih melankolis? Apa karena pertunjukan MONO semalam? Apa beberapa hari ini hidup gw penuh dengan banyak pertimbangan? Atau karena masa lalu dan masa depan sedang bercampur aduk jadi satu?
Melankolis tidak apa-apa, yang penting tidak mellow! hehehe...
*senyum dulu ah*
:-)
Jakarta Rock Parade - Day 3
Waktu kuliah, katanya yang membedakan sejarah dan pra-sejarah adalah ketika manusia kenal tulisan. Sebelum manusia kenal tulisan, disebutnya pra-sejarah... dan setelah manusia tahu caranya menulis, kita memasuki masa sejarah.
Jadi apa yang dibutuhkan untuk membuat sejarah? Perang? Deklarasi? Bom atom? Apapun itu, selama hal tersebut tercatat manusia, maka dia tercatat dalam sejarah. Kebalikkannya, kalau sesuatu hal yang penting tidak tercatat manusia sama sekali, maka kejadian tersebut akan terlupakan dari sejarah.
Lalu saya belajar sastra, ilmu budaya, dan teori-teori postmodernisme. Doktrin-doktrin yang saya terima mengatakan bahwa sejarah itu bisa memiliki versi yang berbeda, tergantung dari mata siapa sebuah kejadian bersejarah itu disaksikan, siapa yang menulis dan dari sudut pandang apa. Contoh singkatnya, sejarah G30SPKI yang sekarang mulai diragukan kebenarannya... coba tanya seorang komunis (atau x-komunis) yang dibungkam negara, sejarah yang dia katakan pasti berbeda versi dari sejarah versi Orba yang selama ini kita tahu. Jadi, sebenarnya sejarah itu subjyektif (Teman-teman yang dari jurusan Sejarah pasti gak sejuju...hohoho... peace yha...)
Akhir minggu kemarin, baru saja dilaksanakan sebuah acara Parade Musik Rock Jakarta (Jakarta Rock Parade) yang jargonnya adalah "Let's Make History". Sayang ternyata hasil yang tercatat dari sejarah itu tidak sesuai harapan banyak orang. Banyak pengisi acara membatalkan penampilannya karena masalah pembayaran, banyak pula penonton mengeluh perihal tiket masuk yang terlalu mahal sementara band-band import yang ditunggu-tunggu membatalkan penampilannya juga.
Saya malas mencatat hal yang buruk-buruk karena saya yakin media masa dan kritikus gigs sudah melakukannya (no offense yah, guys...) Berikut adalah catatan sejarah dari sudut pandang saya_subyektifitas saya.
Berhubung band saya masih melacur, jadi kami tidak menuntut apa-apa dalam hal pembayaran. Menjadi bagian dalam *apa yang mereka bilang* sejarah juga sudah senang. JRP menjadi panggung yang spesial bagi kami karena pada saat itu lah kami merasa tampil dengan sangat maksimal (walaupun terdapat human error pada bagian sound panggung - vokal gue tiba2 bergema dan output bass kurang terdengar) Hal yang paling utama, karena kami kini bersama drummer additional baru. Bermain di tempo yang aman dan groove yang dicari, saya merasa jauh lebih rileks dan bebas kekhawatiran. Sekarang saya tahu perasaan seorang Iman Fattah waktu jatuh hati pada Uta... hehehe. (Saat ini kami sedang dalam masa pendekatan dengan drummer baru itu, doakan kami semoga suatu saat dia mau bergabung bersama kami ya...) Sebenarnya kami ingin membawakan 7 lagu, tapi sayang sekali, panitia memotong waktu kami di tengah-tengah sehingga hanya 4 lagu yang kami bawakan. Kami memperkenalkan dua lagu baru, yang sambutannya cukup positif dari teman-teman.
Keajaiban lain yang tidak kami sangka, yaitu ketika kami tampil di panggung lounge dan ZATPP memulai penampilannya di indoor. Sebagian penonton tersedot ke indoor, tapi cukup banyak yang bertahan di luar untuk menyaksikan kami. Mengagetkan dan sangat membahagiakan mengingat siapalah kami dibanding band sekeren ZATPP :-D
Hal lain yang juga ingin saya catat, *narsis alert* ada beberapa orang dari band lokal bertaraf internasional yang selama ini saya kagumi_ memuji penampilan kami. Biduanitanya yang merupakan salah satu referensi koreografi dan interaksi di panggung buat saya bahkan memuji secara berlebihan. (gue malu dan ge-er berat dengernya... masih merasa belom pantas dengar pujian seperti itu...)
Ok, enough about us... now about other bands.
Saya belajar satu pal penting dalam JRP: soal kerendahan hati. Saya tahu banyak band yang membatalkan penampilannya karena masalah pembayaran, dan mereka sangat berhak melakukan hal tersebut. Tapi saya cukup terharu melihat beberapa band/musisi yang sebenarnya ingin sekali mensupport acara ini, bahkan mereka rela main meski bayaran belum lunas. Adrian Adioetomo misalnya. Ketika saya dapat kabar burung soal akan dibatalkannya hari ke-3, saya langsung menghubungi beberapa teman yang juga akan tampil. Ian dengan sabar berkata, bahwa apapun yang terjadi dia akan tetap datang. Ketika tampil di panggung pun Ian tetap memuji usaha dan kerja keras panitia. Kerendahan hati yang patut jadi teladan bagi kita semua... kalau tidak ingin mensupport panitianya, minimal kita support musik dan semangatnya (tapi jangan dijadikan alasan bagi EO - EO di luar sana untuk mencari band gratis yhaaa... being humble is not the same as being stupid lhoooo...)
Lalu, saya sangat bersyukur dengan kesempatan menyaksikan Southern Beach Terror yang banyak dibicarakan itu... Mereka attraktif sekali! benar-benar aroma baru bagi telinga-telinga yang sudah haus variasi baru musik rock di Indonesia. Dan juga tentunya, sangat bersyukur bisa menyaksikan MONO dan mendapatkan tanda tangannya di balik ID performer saya (Special thanks to Rekti, yang mau dititipin ID, hehehe) Mereka bernyawa di panggung seperti manusia-manusia bisu, tidak berbicara sama sekali, tapi dengan ajaib saya mengerti apa yang ingin mereka katakan dari musiknya: seperti inilah bunyi dari rasa sakit, perih, kesepian, dan amarah_ pelajari baik-baik, nak. Hidup tidak selamanya warna-warni seperti gulali.
Jumlah penonton yang sedikit sebenarnya memberi banyak keuntungan. Berjumpa dengan teman-teman yang saling kita kenal, jalan tanpa perlu berdesak-desakkan, dan suasana yang lebih akrab antara panggung dan penonton: hal-hal yang tidak bisa kita dapatkan dalam acara-acara besar pada umumnya.
Terima kasih untuk panitia yang sudah berusaha. Keputusan untuk terus menjalankan acaranya sampai hari ke-tiga dan mengurangi 4 panggung menjadi 2 panggung adalah keputusan mendadak yang sangat bijak. Semoga acara pertama ini menjadi tempat untuk belajar dari kesalahan (dan banyaaaaaak sekali yang harus dipelajari!!! Baaaaanyaaaaakkk!!! Gue nulis hal-hal positif di sini bukan berarti gue 100% puas sama kerja panitia lho...)
Demikianlah catatan sejarah versi saya. Saya yakin anda mempunyai sudut pandang sendiri dalam melihat event kemarin_ sudut pandang performer, sudut pandang penonton, atau bahkan sudut pandang panitia. Catatlah dan publikasikan pada blog anda, dan kita pun berhasil membuat sejarah.
being a jack of all traders but a master of none? waaaay nooo...
It's about time I kiss this place goodbye!!! :-D
someone grabbed "my words"
oh well... things like this happen all the time, yes?
It was 4 years ago, in 2004, when I met 'the great' Ayu Utami at a creative writing workshop. She told us_participants_ that she's now working on her next novel about wall climbers.
About 2 years later, precisely in 2006, English Lit department in UI held a literature appreciation event with anti-violence against women theme. Ayu Utami is one of the keynote speaker. As my friends knew that I was a freakin'fan of Ayu Utami, they told me to be the liason officer for Ayu Utami. I had to pick her up at her house (a great opportunity to peek into her living room, which also her personal library. Never had I seen sooooo many books in one's personal lilbrary, full with rare collection documents!)
On the way to the venue, I asked about her novel in progress. Why so long? I asked, can't wait for more metaphorical sensation of hers. She said that she want to have the best result, not merely catching up with other writers' productivity.
Fair enough, I think. I shall wait for another one or two years for another mind explosions. I bet it's worth it.
And finally, this month I heard a news about her novel: Bilangan Fu. It must be the one she's been working all this time. The one about wall climbers.
So I ordered the novel from the internet. And there it is... The novel I've been waiting for some years... The mystical black cover, the smell of the papers, the weigh of hudreds-of-pages-book on my hand. A new writer's bible.
I've just read the first 60 pages, and this far it's still worth the waiting. Ayu Utami is still the metaphorical maestro.
I keep six honest serving men They taught me all I knew; Their names are What and Why and When and How and Where and Who
Rudyard Kipling (Author of The Jungle Book)
gue bentar lagi gila... bosen gila kalo semua ini nggak dihentikan segera... kesel gila juga.... karena mereka semakin lama semakin gilaaaa!!!
emang, harusnya gue stick sama posisi yang udah nyaman, dan yang lebih penting lagi... udah ketauan kalo gue suka. jadi nggak perlu lagi gue kocar kacir jadi orang gila kaya gini... but well, namanya juga butuh duit waktu itu...
but it's okay... karena bentar lagi gue kabur dari semua kegilaan dan kesintingan ini... hohoho. lalu rencana gue apa yahh?
hmm.. ini dia... 1. jalan-jalan... kemana aja deh... yg penting jalan-jalan. lebih jauh lebih baik. 2. meluangkan waktu untuk baca buku-buku yang belom gue baca dan menumpuk di rak buku gue. 3. nonton DVD-DVD keren. horeee... 4. cari akal biar bisa mulai bekerja lepas. mulai menyusun strategi jual diri... 5. nulis nulis lagi 6. daftar studi S2...
hmmm.... hmmm... hmmm.... :-)
proposal yg lo bikin JELEEEEEK!!!!
kalah canggih ama proposal-proposal acara yg dibikin ama pelajar dan mahasiswa sini!!!
AND YOU CALL US THIRD-WORLD COUNTRY?????
you are all forgiven...
just because I'm in the mood for forgiving...
About a week ago... I bought myself a trophy of all my hard-f*ckin-work for all these 6 months of double job. Yes, finally after a long looong loooooong plin-plan consideration (ASUS eee PC or Compact or A-note or Kohjinsha or axio or mac or....???), I decided to buy the brand new HP2133 mini-note... Yaaaaayyyy...... What good about it was, I cancelled my willingness to borrow some of my mom's money since I managed to save more cash to buy this lovely laptop (She _my mom_ intended to help me buying my new laptop as my belated birthday gift. now since I bought this laptop using my own money, she let me use her visa card to buy a book at amazon.com, thanks mom!)
Finally, a trophy for my stressful days and sleepless nights! I am officially drop-dead broke right now but it's okay... it's time for me to gather more money for my next journey... hopefully thailand, or at least pulau komodo... with mini laptop now in hands, i can record everything I've experienced in words...
btw... got great service from bhinneka.com!
http://www.bhinneka.com/products/sku00208677.aspx
Teman-teman... Tolong ajari saya berbisnis!!! Apa sih yang harus dilakukan kalau baru mau memulai???
Banyak mendengar kabar buruk akhir-akhir ini... Lalu pacarku sakit... jadi gak bisa ke ulang tahun Michelle deh... Cepet sembuh sayang... :-*
sekali-kali ngomong ke dia...
biasa aja kaleeee!!!!
sok galau bgt sih... dasar ABG
Deadline yang pertama berhasil teratasi dengan jerih payah dan keringat semalam suntuk sampai masuk angin... Tinggal deadline yang satunya lagi... It has been a looooooong daaaaayyy.... and it's going to be another loooooong day ahead.... What makes a difference is now I'm working in a very sloooowww moootiooon mode on...
Lelahnya sayaaa!!!
*jadi inget masa-masa nulis skripsi sampe pagi*
 | karma | Jun 10, '08 4:49 AM for everyone |
i don't believe in karma... i think karma is nonsense but if we all believe in karma i do believe that the world will become a better place ask why? because we'll be afraid of doing bad things, for we get that we give to others...
karma might merely be just a myth for some of us might be the real thing in life for some of us
but when i personally think of it all over again what an amazing drive karma is to make human being become more humane...
learn from the balinese, they're afraid of doing bad things to others simply because they believe in karma...
when people believe in karma, they'll think twice before they steal, hurt, and kill...
Ya Tuhan.... Kapan semua ini selesaiii??!?!?!?!?!?!!?!?!?!?!?!?!?!?!?! AAAAAaaaaaa!!!!!! Hiks hiks...
| |