Thera's posts with tag: irony
  | FITNA | Apr 3, '08 10:21 AM for everyone |
| Category: | Movies | | Genre: | Documentary |
Sinting sebagai sebuah dokementer. Sangat provokatif dan mengerikan. Seandainya saja dokumenter ini dibuat tanpa tujuan propaganda apapun (atau setidaknya, jangan samapai propaganda nya ketahuan), pasti hasilnya jauh lebih baik.
Saya suka gore part dari menit pertama sampai menit ke delapan_ saya percaya itulah realita menyedihkan yang ada di dunia: bahwa memang ada sebagian orang yang hidup dalam pemikiran sempit yang mengerikan. Walaupun saya non-muslim, tapi saya percaya Islam "yang benar" tidak seperti itu. Saya benci pesan yang ditampilkan di akhir film yang membuka topeng propaganda sang sutradara dengan bodohnya. Yang tentu saja, menunjukkan bahwa si pembuat film sama bodohnya dengan para militan kejam yang digambarkan dalam film. Mereka sama-sama melakukan generalisasi tolol ketika melihat perbedaan.
Tapi ya sudah, lah. Bagi teman-teman yang memeluk agama Islam, saya sarankan bersikap cerdas dalam melihat fenomena ini: jangan percaya fitnah, lebih baik percaya apa kata Lennon: "Imagine all the people, living life in peace..."
*ahem, pass me the joints please...*
Sebuah reply di blognya FIFA, temen SMA gue yang kuliah di FSRD ITB (klik namanya untuk link) Betapa indahnya masa kuliah...Dapet uang jajan dari org tua (belom lagi ditambah nyatutnya)Dapet pencerahan dari kuliah2 keren (kuliah umum gak termasuk)Belajar mandiri indekos (dan bebas nginep d mana aja, hiihihii)Jeans robek kaos barongSelinting daun surga di tepi danau UI sambil membaca novel "On the Road" karya Jack KerouacAtau mendengarkan MP3 dimana paman Jim menyanyikan lagu "Alabama Song"Weekend tiba, saatnya manggung bersama band tercintaAtau sekedar kongkow di sudut favorit cafe bawah tanah ituBir dan liquor gratisan pun tak jarang berdatangan (karena uda kenal waitress dan bartendernya)Lalu gue lulus (bangsat..)Bonyok gak mao kasih duit lagi (damn!!!)Mendadak dilarang ngekost karena bonyok takut anaknya makin edan (kembali jadi benalu di rumah mama)Bye bye jeans sobek, welcome rok begoBye bye kaos bali barong bolong2, welcome kemejaBye bye sendal jepit, welcome high heelsBye bye bohemian lifestyle, welcome constructed lifePada akhirnya kita selalu terpaksa menjadi baut kecil di sebuah clockwork raksasa, we're all Clockwork Orange at the end... hiks...(Sastra UI dan FSRD ITB ternyata gak jauh beda yah, Fif...)
IDIOTNESS NUMBER ONE
The Jakarta Post, Monday, January 28, 2008 :
Govt declares seven days of national mourning
"President Yudhoyono last declared a three-day national mourning period on Dec. 27-29 in 2004 for the thousands of people in Aceh and Nias who were killed in the indian Ocean tsunami on Dec. 26. President Megawati Soekarnoputri announced one day of national mourning on Nov. 15, 2002, after 202 people, mostly foreign tourists, were killed in terrorist bombings on Bali on Oct. 12."
In my naive yet honest conclusion, the government honored Soeharto more than those thousands of people who were killed by the tsunami and terrorist bombings.FOR GOD'S SAKE!!! SEVEN DAYS??? HE'S JUST A PERSON WHO DEVELOPED THIS COUNTRY AND THEN DESTRUCTED IT!!! IS HE'S REALLY THAT BIG COMPARED TO THOSE THOUSAND OF INNOCENT PEOPLE DIED ON THE TSUNAMI AND BOMBINGS?
IDIOTNESS NUMBER TWO
Jam 12 malam kurang lima menit gue iseng nyalain TV dan yang pertama tampak adalah TPI yang sedang menyiarkan pengajian2 untuk mendoakan Soeharto. Seorang ibu-ibu yang diwawancara berkata sambil tersipu "Wah sedih sekali yah kita kehilangan presiden yang sebaik itu. Ya... walaupun presiden kan pasti punya kekurangan dan kelebihan juga, namanya juga manusia. jadi kita maklumi dan maafkan saya kekurangannya..." (Saking 'cengo' dan kagetnya gue mendengar itu, gue sampe hafal dan sanggup mengutipnya di sini. Sementara si Ibu, senyam senyum seolah karena bangga masuk tipi... lhaaa, katanya berduka???)
MAKLUMI??? ARE YOU KIDDING ME, LADY???
okay, two idiotness for today. And I'm looking forward for more tomorrow...
http://multiculturalmedia.multiply.com/journal/item/54/Tolak_Bendera_Setengah_Tiang_dan_Tuntut_Kejahatan_Soeharto
SIARAN PERS
KELUARGA WIJI THUKULMENOLAK PENGIBARAN BENDERA SETENGAH TIANGDAN TETAP MENUNTUT PERTANGGUNGJAWABAN KEJAHATAN SOEHARTO DALAM KASUS PENGHILANGAN PAKSA AKTIVIS ANTI ORDE BARUHari ini, Soeharto telah dikuburkan di liang lahat, namun itu bukan berarti menguburkan kasus-kasus kejahatan kemanusiaan yang menjadi tanggungjawabnya selama Soeharto memerintah negeri ini selama 32 tahun. Opini yang berlebihan dan mobilisasi puja-puji terhadap Soeharto tidak membuat kami, keluarga Wiji Thukul (korban penghilangan paksa 1997-1998), berubah sikap. Tindakan Pemerintahan SBY-JK yang memerintahkan pengibaran bendera Merah Putih setengah tiang adalah kebijakan yang berlebihan dan menyakiti hati jutaan rakyat Indonesia yang menjadi korban pelanggaran hak-hak sipil politik dan hak-hak ekonomi sosial budaya semasa Soeharto berkuasa. Hingga saat ini, kami, selaku adik kandung, istri, dan anak-anak Wiji Thukul, tidak pernah melupakan kebengisan kekuasaan Soeharto melalui aparat militer yang mengobrak-abrik rumah kami, mencuri buku-buku dan koleksi kaset kami dan membuat orang yang kami cintai, Wiji Thukul, hilang tak tentu rimbanya. Untuk itu, sebagai bagian dari korban kejahatan kemanusiaan yang dilakukan oleh Soeharto, kami, keluarga Wiji Thukul, menolak mengibarkan bendera Merah Putih setengah tiang dan akan terus berjuang bersama seluruh korban menuntut pertanggungjawaban kejahatan kemanusiaan Soeharto, terutama untuk kasus penghilangan paksa aktivis anti Orde Baru. Solo – Jakarta, 28 Januari 2008 Dyah Sujirah/Sipon (istri Wiji Thukul) 0817250854 Wahyu Susilo (adik kandung Wiji Thukul) 08129307964 Fitri Nganthi Wani (anak Wiji Thukul) Fajar Merah (anak Wiji Thukul)
saya berharap dia hidup lebih lama lagi, agar keadilan secara hukum di dunia dapat ditegakkan. keadilan di akhirat? ah... kalian ini bisa saja... lalu media membuat saya muak dengan kilas baliknya pada masa-masa penuh represi itu dimana siapa saja yang berani bicara menghilang satu persatu kecerdasan dibungkam dan digantikan dengan susunan-susunan pemikiran atifisial penuh tendensi menjijikan dan dia menjadi tampak seperti pahlawan. boleh lah, pahlawan untuk sebagian orang yang kecipratan kenikmatan kuasanya, tapi tentu tidak untuk saya
apakah saya berbelasungkawa? tentu. bukan untuk "sang ayah", tapi untuk kecerdasan bangsa dan keadilan. ha ha. semoga apa yang mereka sebut dengan keadilan di akhirat itu benar adanya...
HahaHAhahahAH hahahaAHhahahaha AHAhahahhahaha haAHhaahaHAhahaaaa
what a funny joke they are!!! congrats guys! you did it... I'm very PROUD of you... here you go, hugs and kisses from auntie Thera... mmmwwaaaahhh...
| |