Thera's posts with tag: puisi

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag puisi
Blog Entry?Jul 14, '08 10:28 AM
for everyone
Di antara sepi aku ada
Di antara perih aku sirna

Kalau boleh kuucapkan sepatah kata
Di sudut ini dia mematung
Di antara mendung aku merenung

Blog EntryMimpiku SemalamJul 14, '08 2:48 AM
for everyone
Ada dirimu yang kupenjara
Terkurung dan tak ingin kulepas
Kubiarkan kau menderita
Tersesat dalam ruang sempit dan gelap
Dimana harapan dan impianku kukubur bersama mayat-mayat busuk
Kukunci kau di ruangan itu hidup-hidup
Membiarkan kau membara dalam kebencian
Karena kekebasanmu kuredam
Lalu aku menyesal dan membuka penjara itu
Membiarkan kau lepas tanpa merasa bebas
Karena tersungkur aku dikakimu, menangis, memohon pengampunan dan kasih sayang
Meski egois aku, tak ingin biarkan kau pergi dari hatiku
Yang sudah berbau busuk dan berwarna kelam, terasa perih dan pahit

Bekasi, 14 Juli 2008
**sebuah mimpi setelah malam panjang yang melelahkan

Blog EntrySerangan KlenikJul 9, '08 1:31 AM
for everyone
Perlahan tapi pasti bisikan-bisiskan itu mulai terdengar...
Semakin lama semakin kuat
Seperti ingin menyampaikan sesuatu ke telinga tuliku
Dia menjelma bagiku seuntai mimpi
Bersembunyi seperti singa betina mencari mangsa
Siap menerkam saat aku lengah
Meninggalkan bangkaiku yang terkoyak
Disarangi lalat, dimakan belatung
Hanya mataku yang terbelalak melihat
Mencatat satu demi satu
Tipu muslihat

Apapun yang kau lakukan untuk melumpuhkanku...
Melekat aku pada tongkat dan gada yang kuat

Kemang Selatan, July 12, 2008

Blog EntrySisa KisahJun 3, '08 2:19 AM
for everyone
Menatap hina pada kepalsuan
Sedangkan dia terperangkap di dalamnya

Pernah kau murka
Karena dia tidak apa-apa
Karena dia berpura-pura

Sudahlah
Sampai kapan topeng kau kenakan
Sajak tangis sudah kau tulis
Lagu luka lama kau dendangkan

Blog Entrywe are lostApr 18, '08 5:40 AM
for everyone
we are lost
we are nothing
we are dreadful piece of junk in the valley of diamond
we are a chunk of rotten flesh, not even appealing for a dirty slum dog
we are drowned in a substance of love, the love no one has ever given but ourselves
we are lost
we are nothing
just a little drop of salty tear
in the myriad lucid dreams in a desert storm
we are lost
we are nothing
not even worthed to think and exist
like the beast in a mysty chimerical delussion

Blog EntrysubstansiApr 18, '08 3:12 AM
for everyone
betapa cinta adalah substansi terkuat yang paling berbahaya
barang siapa dapat melihat dia akan berada dalam arena pertempuran antasa manusia dan pandora
barang siapa sekedar bermimpi dia akan terjerumus dalam ikatan-ikatan aprodhite
barang siapa membutakan mata dia akan dihajar panah si cupid
barang siapa teraniaya, dicambuk, dan diperkosa berkali-kali akan selamanya melupakan eksistensi seribu substansi apapun
karena betapa cinta adalah substansi terkuat yang paling berbahaya
semua yang telah mencoba tak sadarkan diri dan terjerebab ke lubang hitamnya

cabik-cabiklah aku can kau cari esensinya!
dan kau akan menemukan cacing-cacing beracun tenggelam bersama darah daging yang sudah membusuk
masihkah beruntung kala masih hidup?

Blog Entryjiwa-jiwa berserakanApr 17, '08 1:45 AM
for everyone
Thera dan Maria
Dua perempuan penuh kebutaan
Berserakan di tepi Star Deli
Masing-masing menggenggam segelas bir
Yang busanya kian pahit
Sepercik alkohol memantik curhat
Yang kurang lebih bunyinya seperti ini:

Wawawawahuhuhuhtralalatrililihikshikshiks hwaaaaaaaaaa!!!

Thera dan Maria
Setan-setan cilik yang menarik
Sedikit pathetic tapi tetap bahagia!


(yuks sis, hari jumat malem di rumah gue lagi yah... jgn lupa bawa mansion nya...)


Blog Entrykunci rumahMar 30, '08 2:09 PM
for everyone
ironis manis
kalian pinta aku tinggal di sebuah rumah
meski aku lebih memilih kamar sempit kusam terasing di ujung dunia
tapi tak kalian beri aku sebuah kunci
untuk masuk dan keluar dari rumah indah berkolam-renang yang kalian sediakan untukku

aku tidak bisa membuka pintu rumahku
aku harus selalu menunggu dibukakan pintu
untuk keluar atau masuk rumah
dengan atau tanpa omelan
karena aku tidak punya kunci
dan kalian tidak menginginkan aku memilikki kunci
jadi untuk apa aku tinggal di sebuah rumah mewah,
untuk apa kaliah beri aku rumah
yang aku tidak pernah rasa memilikki

aku tidak punya sebuah kunci
jangan larang aku untuk memegang kunci itu
yang bisa kupakai untuk masuk ke dalam hati kalian
seperti halnya kalian tidak bisa masuk ke dalam hatiku
maka izinkanlah aku untuk memetik sebuah kunci dari pohon pengertian yang kalian tanam di depan rumah saat aku masih balita dan rumah itu masih sepetak besarnya
untuk masuk dan keluar rumah dengan senyum
bukan cacian karena aku adalah cinderella yang kembali menjadi upik abu pada jam 12 malam
karena aku juga berhak, karena aku layak diberi kesempatan untuk bertanggungjawab

sedikit saja, aku mohon sebuah ruang untuk diriku sendiri kalian sediakan
tidak perlu sebuah rumah mewah
cukup sebuah ruang kepercayaan, bahwa sesungguhnya aku tidak ingin merepotkan siapapun dengan kebebasan bertanggungjawab yang ingin kupeluk

(karena sesungguhnya, aku bisa saja tetap memilih kamar sepetak di ujung dunia itu. demi sebuah kunci kamar yang bisa kumilikki sendiri. tapi tokh aku memilih rumah, meski aku tak ingin, sekedar karena ingin kalian bahagia)

Blog EntrySudah lama Tidak Menulis PuisiMar 10, '08 1:17 PM
for everyone
Dan dia menyelinap sedikit dalam setiap sekujur yang sempit
Arwahku yang sudah lama kukira mati ternyata masih hidup
Sebagian kecil diriku yang sudah lama kubunuh ternyata masih memetik satu demi satu bayanganku
Sehingga hilang dia diamakan lautan api dan gemerlap hijau tumpukkan harta
Sekarang mulai aku merindukannya, ketika aku tidak lagi berpikir dia ada
Perlahan-lahan mengais
Perlahan-lahan mengintip dia dengan eratnya


Compact disc rusak, 11 Maret 2008


Blog EntryBjork, I Love You!!!!Feb 14, '08 6:53 AM
for everyone
Sampai sekarang pun nyanyian-nyanyian maut itu masih ada di kepala...
Tenis Indoor menjadi dimensi ajaib tanpa penanda waktu
Hanya ada suara-suara yang mengikat pikiran-pikiran sesaat
Puisi-puisi ditembangkan dengan rajutan nada-nada
Minor dan mayor dan dentuman dan tempo yang menghipnotis setiap detik malam
Ramuan-ramuan para wonderbrass (hey, namanya seperti nama band gw hehe)
Cahaya-cahaya hijau, lampu-lampu biru, dan tembakan salju penipu
Seandanya saja ada asap-asap suci di paru-paru dan otakku
Lengkaplah sudah ritual suci persembahan untuk si ajaib
Dan ketika dia muncul dengan balutan pink bersama dahi bermahkota senada
Aku sedikit ragu apakah dia manusia
Mungkin setengah dewi, atau malaikat, atau alien dari galaksi tetangga
Dan setelah semuanya selesai berakhirlah pula mimpi indah
Kembali pada kenyataan dengan kaki pegal dan suara serak
Damn... I wanna be there forever...

Aku temukan cabang-cabang yang tidak henti-hentinya bergerak, bersenandung, berlari-larian. Seperti matahari yang selalu terpaku pada senja dan manusia-manusia yang selalu terkekang dalam tangis. Dia bermain-main dalam segala warna yang bisa diciptakannya. dan aku kehilangan seni merangkai kata-kata dan lupa akan indahnya proses kreatif mencipta angan bagaikan tuhan. Aku terlalu sibuk memetakan kalian.

Lalu aku katakan dengan sangat menyesal, aku lelah membaca dan berpikir, hidup bersama arus sepetinya lebih indah. Tiada lagi robekkan-robekkan luka yang kubuat sendiri di tubuhku.

Lalu kau katakan dengan tersenyum, akankah kau merasa hidup bersama arus? tidakkah kau hanya akan menjadi sebongkah kayu yang tiada jelas akan berlabuh di mana?

Aku memang tersesat di tengah-tengah ketidak tahuanku. Mersembunyi di balik semak-semak yang pura-pura tidak tahu apa-apa, seperti aku. Maka demikianlah aku semakin tersesat, bersama dengan kalian-kalian yang mengukir nama di kehidupanku. Beberapa mengukirnya di tanganku, beberapa mengukirnya di mataku, beberapa mengukirnya di hatiku. Tapi kurasa, banyak yang tersesat ke liang vagina, terjerembab lalu bingung bagaimana caranya keluar dari lubang harum itu. Maka mereka pun mengukir namanya di sana ketika mengawang-awang bersama harum yang memabukkan.

Aku hanya ingin membuat sebuah peta di pikiranku, agar kelak aku dapat membaca kalian tanpa harus tersesat. kelak aku akan tahu di mana kalian bersarang di tubuhku.

Kemudian datanglah engkau seorang mayat berjalan. tatapanmu yang biru dan kulitmu yang menghijau bisa-bisanya memberiku kekaguman. Membuatku ingin menjadi mayat juga di taman-taman yang pernah dicita-citakan padaku sewaktu kecil. Saat Upik Abu masih menjadi Cinderella si putri bangsawan dengan bibir bergincu, dan Ibu Tiri masih seorang perawan pemalu.

Memuakkan, pemetaan-pemetaan yang malah akan menyesatkan.
Betapa aku rindu ketersesatan dalam belantara kesadaran... ketika aku masih bisa mendengar Descartes perlahan-lahan berbisik di telingaku yang naif: cogito ergo sum, Thera... Ditimpa dengan jeritan yang begitu mengerikan namun menyenangkan: Carpe Diem...
Karena bagiku momento mori terkadang seperti delusi...

Blog EntryKonspirasimuJan 7, '08 1:13 PM
for everyone
Rangkai yang ingin kau percaya di kepala
Teori teori konspirasi yang tidak pernah terbukti
kau memang ingin mencari sesuatu yang akan meledakkan
Duniamu yang datar dan membosankan
sampai akhirnya kau bilang nyawa yang berjatuhan itu palsu
Sembilan Sebelas itu palsu
Langkah bulan itu palsu
kematian pemimpinmu palsu
Dan kau percaya apa yang hati dan pikiranmu ingin percaya
meski harus merangkai kepalsuan lain untuk membingkai hidupmu yang bosan
dan butuh pengakuan

Aku tidak peduli dengan bendera siapa yang berkibar arogan
Nasionalitas siapa...
Timur atau Barat atau bahkan negara adidaya sekalipun
Aku hanya tidak tahan melihat korban berjatuhan
Seperti halnya kudengar tsunami di Aceh
Bom di Bali
Kekerasan di Burma
Dan anak-anak kelaparan di Ethiopia

Haruskan menuduh, ini salah siapa?
Dan merangkai teori-teori yang mungkin hanya berlaku di kepalamu sendiri
Mempertanyakan pemerintah dan media? Tentu saja... tidak ada salahnya
Tapi benarkah?
Pertanyakanlah



*sehabis menonton serial Pann & Teller "Bullshit" episode Conspiracy Theories, dan sekali lagi menangis saat melihat pencakar langit kembar itu jatuh dan memakan banyak nyawa.

Blog EntryPelacur PerawanDec 30, '07 1:52 PM
for everyone
Pelacur perawan kau sebut aku. Tidakkah kau ingat bagaimana sayap setan ini kau tancapkan dengan paksa di punggungku? Temaramnya lingkar sinar rembulan hanyalah suatu pertapaan sepi, seperti ketika kau membuai lembut vaginaku seperti seorang anak bayi. Sentuhan-sentuhan menjadi detikkan mimpi yang kau ajarkan pada pelacur perawanmu ini.

Dan sampai saat ini, tiap malam aku masih diam-diam mengendap dari sarangku. Merajut kepompongku dengan benang-benang perak yang sangat tipis. Di sana kucium aroma laut bercampur dupa. Tersamar ungkapan doa-doa dari sebuah agama yang tidak pernah aku kenal.

Selamat datang di pertapaan, kata seorang peri hijau saat ku habis membungkus diriku dengan kepompong ini. Selamat datang di pertapaan, cobalah rasa keindahan ini dalam seutas senyum dan mimpi. Suatu saat kau rasa percikan air kala sayapmu mematangkan angin.

Dan aku pun memecahkan kepompongku. Aku mencari kelahiranku kembali, sang pelacur perawan yang dulu kau setubuhi dalam temaram. Lihatlah lihat, ini sayap setan. Nyawa keindahanku bertahan dalam cahaya gelap yang terusik dalam sinar-sinar pertapaan dan doa-doa. Diantara dunia yang tidak pernah hilang dari kelamnya.

Blog EntryIt's funny how words can be so beautifulDec 22, '07 9:51 AM
for everyone
she myriadly singing inside my inner voices
they are the same poems read with thousand of different sensation
and I am deeply in love lith every words
another butterfly tingling inside my stomach
letting its golden coocon grow

Blog Entryberjuta-juta detik yang laluDec 20, '07 12:23 PM
for everyone
Aku adalah tanaman rambat yang melilit di pagar rumahmu. Ibuku rumput liar dan ayahku dandelion. Setiap malam aku merindu ranting-ranting kokoh yang diam-diam membelaiku, memperkenalkan aku pada ruangan tanpa batas antara mimpi dan kenyataan. Setiap saat dibawanya aku pada dunia penuh cermin tanpa kita harus bercermin. Cukup diperkenalkannya aku pada keindahan-keindahan lampu yang meredup di akhir tahun dengan setiap kecupan pertamanya. Aku dibuainya begitu lembut, oleh rangkaian puisi-puisi yang disenandungkannya diam-diam untukku setiap malam menjelang tidur. Tanpa perlu berkata-kata, kami saling tahu betapa kami merindu satu sama lain. Kami meniupkan kecupan tiap malam tanpa harus bertatap, karena hati kami saling terikat diantara mimpi-mimpi yang pernah kami rangkai. Kami memunguti mutiara dan menjadikannya bola mata kami. Bersama bias terangnya kami saling memeluk. Melihat keanggunan realitas khayal masa-masa itu, berjuta-juta detik yang lalu.

Blog EntryHanya Sebuah Puisi Tanpa ArtiDec 20, '07 12:12 PM
for everyone
Perempuan itu kembali pada tempatnya di sudut ruang. Meringkuk dan membiarkan tubuhnya mengecil menjadi debu di tepian. Seandainya saja angin bisa meniupku kemanapun mereka mau, silahkan,  pikirnya.

Wajahnya tidak lagi seindah dahulu kala ketika senyum masih kerap kali menghiburnya. Kini yang tersisa hanya ruang-ruang kosong yang tertanam di hatinya.

Perempuan itu pernah hidup dan menyala. Kini cahayanya redup termakan sudut-sudut kesepian yang kosong. Jemarinya sudah kaku dan tak lagi menuliskan kata-kata. Rupanya arti sudah hilang dari pikirannya.

Perempuan itu kembali pada tempat menyepinya di sudut ruang. Merasakan benar-benar kepedihan yang paling dalam. Membiarkan rasa sakit mengajarinya arti hidup.

Blog EntryBye bye, baby bye byeDec 16, '07 4:24 PM
for everyone
You were there. I knew it. I felt it.
You were there. Inside me. You lived within me.
You were there. In progress of creating. In process of being.
You were there. Soulless. Bodiless. Nameless. Unnoticed.
But I don't care.
Deep inside, I believe you were there.

If my womb was too ferocious,
at least, you were there
alive  in my imagination

Blog EntryPolitik PercintaanDec 16, '07 2:18 PM
for everyone
Naksir
PDKT
Tarik
Ulur
Tarik
Ulur
Tarik
Ulur
Lirik sana
Lirik sini
Geser kanan
Geser kiri
Serong sana
Serong sini
Awas tikungan tajam!
Tarik
Ulur
Tembak
Cium
Payudara
Selangkangan
Ribut
Baikan
Ribut
Pura-pura ngambek
Rayuan maut
Rayuan maut lagi
Masih pura-pura ngambek
Rayuan dasyat
Baikan
Ciuman
Selangkangan
Waktu terus berjalan
Bosan
Bosan
Bosan
Bosan
Selangkanang
Bosan
Bosan
Bosan
Selangkangan
Bosan
Selangkangan
Selangkangan
Selangkangan
Cari masalah
Selingkuh
Selangkangan (Lain)
Bosan
Cari masalah
Selingkuh
Putus

Blog EntryHa.Ha.Dec 11, '07 12:10 PM
for everyone
Kau lucu sekali... Kau sangka semudah itukah aku?
Nyatanya semua pikiran yang diciptakan manusia adalah indah kala kulihat dengan kaca mata yang aku kenakan
Aku percaya kaca mata ini dapat mengukir kedamaian
Ah, seandainya saja semua orang seperti aku
Berakhirlah semua perdebatan-perdebatan omong kosong
Seperti botol wine kosong bertabrakan dengan tong

Bunyinya mengagetkanku, menyadarkanku bahwa ternyata aku berdiri cukup tegak
Ternyata gubug derita yang kubangun berdiri cukup kokoh

Blog EntryDosa Sang JalangNov 27, '07 11:21 AM
for everyone



Maaf, maaf, sekali lagi maaf karena saya telah menelusup tepat ke kehidupan anda yang nyaman tentram dan tenang. Karena mata ini mata coklat si pecundang yang tidak pernah bisa diam kala terlihat pesona gelagat yang membakar hasrat. Sekali lagi maaf kalau saya bergulung-gulung bersama ombak kehidupan yang kalian ciptakan, mungkin saya hanya sekedar pencari perhatian, kenikmatan, dan tentunya_petualangan. Tokh saya tidak tahu,
sungguh tidak tahu, kenapa orang tua saya melahirkan saya, dan kenapa Tuhan merestuinya.


Dan saya sudah mengganggu perkawinan-perkawinan kalian. Maaf sungguh maaf, saya tak pernah bermaksud untuk merusak istana yang selama ini kalian bangun bersama. Bukan maksud saya kalau saya tidak tahan melihat orang lain berbahagia lalu kemudian usil dan merusaknya... sungguh, sama seperti kalian semua, saya hanya ingin sedikit saja mencicipi makanan penutup yang kalian namakan kebahagiaan itu.

Maaf, sungguh maaf kalau saja mulut ini berbicara dengan bahasa yang bernama dosa. Sungguh maaf bila otak ini terbuat dari bacin dan hangusnya telaga murka. Sungguh maaf saat kau temukan kelaminku penuh dengan kebusukkan sisa peninggalan-peninggalan kebodohan masa lalu, jalang-jalang itu telah mentato namanya di rahimku, dan aku tak tahu bagaimana cara membersihkannya. Bau busuknya itu sungguh aku tak tahan, dan maaf bila itu bukan yang kau inginkan.

Maaf, sungguh maaf atas garisan sejarah kehidupanku yang seperti demikian, hingga di mata kalian aku hadir sebagai bunda dari para jalang yang memperkosa ibunya.


Maaf, darahku telah mengotori kemurnian yang kalian pernah ciptakan.

Pages:12
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help